Kegiatan


BNPT - FKPT Sulbar Kembali Gelar Lomba Video Pendek

Jakarta, FKPT Sulbar - BNPT dan 32 Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) se-Indonesia, kembali akan menggelar lomba video pendek. Gelaran kelima dalam lima tahun terakhir ini akan mengambil tema 'Kita Indonesia'.

Staf Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Subhan, mengatakan pelaksanaan lomba ini akan dihimpun oleh bidang Pemuda dan Pendidikan di dalam kepengurusan FKPT. Terdapat lima pembidangan di FKPT, selain Pemuda dan Pendidikan ada pula Agama, Sosial, dan Budaya; Media Massa, Hukum, dan Kehumasan; Pemberdayaan Perempuan dan Anak; serta bidang Pengkajian dan Penelitian.

"Teknis bagaimana lomba dilaksanakan dan kenapa tema Kita Indonesia yang diangkat sudah kami bicarakan dengan Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan dari 32 FKPT di Rakernas tengah pekan kemarin," kata Andi Subhan, Sabtu (22/2/2019).

Tema 'Kami Indonesia' diangkat sebagai perwujudan upaya penguatan kebangsaan dan nasinalisme di kalangan pelajar SMA dan sederajat yang akan menjadi peserta lomba. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Suhardi Alius, bahwa tantangan pencegahan terorisme di kalangan pemuda masih akan sangat berat.

"Pada Rakernas lalu Kepala BNPT mengungkapkan, pemuda harus terus didampingi, dikuatkan kebangsaannya, karena pemuda masih akan menjadi sasaran utama perekrutan oleh jaringan pelaku terorisme, selain juga kelompok perempuan," jelas Andi Subhan.

Lomba video pendek ini, masih kata Andi Subhan, akan dilaksanakan secara roadshow di 32 kepengurusan FKPT. Di setiap daerah lokasi pelaksanaan, peserta tidak hanya akan dibekali teknis pembuatan  video oleh narasumber ahli dari kalangan praktisi parfilman, namun juga memperoleh materi penguatan kebangsaan dan kewaspadaan terkait radikalisme dan terorisme dari BNPT. "Untuk penjurian karya peserta akan dipusatkan di Jakarta. Jadi setelah mendapatkan pelatihan mereka akan memproduksi video, mengunggahnya ke media sosial dan akan dinilai di pusat," paparnya.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengatakan lomba video pendek sengaja terus dipertahankan untuk dilaksanakan hingga tahun  kelima karena tingkat keberhasilannya yang dinilai besar. Keberhasilan ini tidak hanya dihitung berdasarkan adanya video karya peserta sebagai sarana kontrapropaganda, namun juga ketepatan sasaran.

"Kami mencoba terus berinovasi bagaimana melibatkan  pelajar secara tepat  di pencegahan terorisme, dan video merupakan cara yang masih tepat. Tepat karena dekat dengan keseharian pemuda sekarang yang banyak memanfaatkan gawai, tepat pula karena merupakan pendekatan yang pas di era kemajuan teknologi," jelas Andi Intang.

Andi Intang menambahkan, BNPT dan FKPT masih akan menghadirkan praktisi perfilman untuk bisa menjadi mentor bagi para pelajar peserta kegiatan, antara lain Swastika Nohara dan Dyah Kusumawati. "Satu-satunya yang membedakan gelaran lomba tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya adalah lokasi,  di mana di setiap FKPT sudah diputuskan di kota atau kabupaten berbeda.   Ini kami lakukan untuk alasan pemerataan, agar semakin banyak pelajar Indonesia yang mendapatkan pembekalan tentang bahaya terorisme," pungkasnya. [sub/shk]